6 Cara Tepat Mengkritik Atasan di Kantor

Menjadi soerang karyawan yang memiliki atasan harus pandai memperhatikan berbagai etika kerja yang baik dalam menghadapinya, termasuk harus paham cara tepat mengkritik atasan.

Hal ini berlaku untuk siapa saja yang bekerja di perusahaan mana saja. Bukan karena atasan kamu gila akan kehormatan, namun dalam dunia pekerjaan ya begitulah seharusnya dalam menghadapi orang yang kedudukannya lebih tinggi, yakni tetap memperlihatkan sifat sopan santun.

Jangankan pada atasan, pada rekan kerja yang sejajar jabatannya pun pasti diharuskan untuk bersikap sopan agar saling menghargai satu sama lain. Terlebih jika atasan kamu adalah orang yang lebih tua dari kamu, maka hal ini mengacu pada budaya kita. Budaya orang timur yang selalu menghargai orang yang lebih tua, maka harus diterapkan dengan sebaik mungkin.

Namun, terkadang hal tersebut menjadi bias pada saat kamu ingin komplain atau merasa kurang sreg dengan kebijakan yang diterapkan di tempat kerja kamu, misalnya ketika kamu ingin melakukan kritik pada atasan kamu namun bingung bagaimana cara penyampaian dengan baik dan sopan. Untuk itu perlu kamu tahu apa saja 6 cara tepat mengkritik atasan.

Untuk dapat melakukan 6 cara tepat mengkritik atasan maka terlebih dahulu kamu harus memahami seperti apa komunikasi yang baik untuk disampaikan. Sebab komunikasi yang baik adalah kunci utama untuk kamu dapat melakukan kritik yang sesuai dengan prosedur yang bagus.

Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan tersebut:

1. Sesuaikan kondisi

Ini menjadi sangat penting karena jika tidak memperhatikan kondisi atasan kamu, bisa saja kritik yang kamu berikan dinilai buruk dan dianggap sebagai bentuk protes. Untuk itu sangat dianjurkan agar memperhatikan mood atasan kamu, jika sedang dalam keadaan yang baik maka segeralah sampaikan kritik kamu.

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa pada saat seseorang sedang dalam kondisi yang baik maka dapat pula menerima pesan dan informasi yang disampaikan jauh lebih bisa ditangkap dengan baik. Dengan demikian, jika kamu menyampaikan komunikasi pada saat atasan kamu sedang dalam mood yang bagus maka segala kritikan yang kamu sampaikan bisa diterima dengan lapang dan juga pikiran yang jernih.

Tidak jarang pula atasan akan menilai bahwa diri kamu bersikap kritis terhadap lingkungan kerja sehingga bisa saja hal itu menjadi poin penting dan nilai tambahan untuk kamu sebagai karyawan yang teladan.

2. Tetap menjaga sopan santun

Tidak hanya pada atasan, siapa pun terhadap siapa saja dalam menyampaikan kritik maka dianjurkan untuk tetap menjaga sopan santun. Karena sopan santun dalam berbicara akan menunjukkan nilai diri kamu terhadap orang yang kamu kritik tersebut. Terlebih ini kepada atasan kamu di tempat kerja yang mana orang tersebut sebagai atasan haruslah dihargai dan juga dihormati.

Sampaikanlah kritik dengan sopan. Perhatikan tata cara yang baik misalnya sampaikan dengan tidak langsung pada intinya, namun dengan membicarakan hal lain yang bersifat memuji terlebih dahulu. Ini yang sangat dianjurkan dalam cara mengkritik, yaitu terlebih dahulu berikan pujian atas apa yang sudah dilakukan lalu bicarakan maksud kamu terkait kritik yang akan disampaikan. Sebab dengan memberikan pujian terlebih dahulu maka atasan kamu akan jauh merasa lebih dihargai.

3. Perhatikan karakter atasan

Hal penting untuk dipertimbangkan dalam menyampaikan kritik adalah dengan memperhatikan karakter atasan kamu. Sebab dengan demikian maka kamu akan mampu menyampaikan kritik dengan tepat.

Jika karakter atasan kamu adalah orang yang to the point maka hal yang penting adalah dengan berbicara secara formal. Contohnya dengan meminta atasan kamu untuk meluangkan waktu one on one meeting dengan kamu secara khusus, barulah sampaikan kritik dalam situasi dan kondisi yang tepat secara baik-baik dan menggunakan bahasa yang formal.

Namun, jika atasan kamu adalah orang yang cenderung santai dan sebelumnya mengatakan dapat menerima kritik kapan saja maka bisa disampaikan dalam kondisi yang tidak terlalu formal.

4. Awali pembicaraan dengan santai

Jika kamu sudah benar-benar paham bagaimana karakter atasan kamu maka hal penting yang juga menjadi strategi dalam memberikan kritik adalah dengan memulai pembicaraan secara santai. Ini akan berdampak baik pada kritik yang kamu sampaikan.

Namun ingat, jangan sampai terlalu berlebihan dalam berbicara santai sebab jika berlebihan justru akan mengaburkan tujuan utama pembicaraan kamu yaitu untuk mengkritik atasan kamu. Dengan demikian diperlukan seni berbicara dalam hal ini. kamu harus paham bagaimana cara membawa dan mengarahkan pembicaraan yang baik dalam setiap kamu berkomunikasi dan dengan siapa kamu berkomunikasi.

5. Hindari kata atau kalimat yang terkesan menyerang

Dengan memperhatikan kalimat yang sesuai maka kamu akan secara mudah untuk menyampaikan maksud yang tepat. Hindari kata-kata yang terkesan menyerang sekalipun kamu berhubungan dekat dengan atasan kamu. Sebaiknya tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik.

Jangan gunakan kalimat yang membuat atasan kamu tersinggung, gunakan kata-kata yang lebih sopan dan juga kalimat yang positif. Sebab jika kamu menggunakan kalimat yang negatif, bisa saja kamu dinilai menyerang dan juga benar-benar tidak setuju dengan segala kebijakan yang diterapkan oleh atasan kamu sebelumnya.

6. Tidak mengkritik di hadapan orang banyak

Orang bijak mengatakan bahwa jika suatu kritik disampaikan di hadapan banyak orang, maka itu bukanlah kritikan akan tetapi celaan. Sedangkan jika kritik dilakukan secara pribadi pada orang tersebut maka hal itu berulah merupakan sebenar-benarnya kritik dan juga masukan agar lebih baik ke depan.

Ini harus kamu perhatikan, terlebih atasan kamu adalah orang yang memiliki jabatan yang lebih tinggi maka kamu lebih baik menyampaikan kritik secara personal dan jangan di hadapan rekan kerja yang lainnya.

Hal ini juga akan berdampak pada pandangan rekan kerja kamu yang lainnya bahwa kamu tidak memiliki sopan santun sudah mengkritik atasan di depan banyak orang, sebab hal itu sama saja dengan kamu mempermalukan atasan kamu di depan karyawan lainnya yang sebenarnya tidaklah perlu tahu.


Bagian yang terpenting dari suatu kritik adalah untuk disampaikan, terkait dilaksanakan oleh atasan kamu atau tidak itu sudah menjadi kewenangan atasan kamu untuk melakukannya.

Dengan melakukan 6 cara tepat mengkritik atasan tersebut maka pastikan saja bahwa kamu sudah berpikir bahwa kritik yang kamu sampaikan diterima dengan baik pula. Tetap berpikir positif jika kritik kamu belum diterima karena mungkin saja sedang dievaluasi terlebih dahulu.

Selama atasan kamu tetap bersikap bijak di lingkungan kerja, maka hal tersebut akan baik untuk tidak memaksakan kehendak agar kritik kamu dilaksanakan.

Selain itu, segala kritik yang datangnya dari siapa pun pasti memiliki nilai positif dan juga negatif. Sebab tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. Pepatah Latin mengatakan cuiusvis hominis est errare, yang artinya siapa saja bisa melakukan kesalahan.

Leave a Reply