Skip to main content

6 Peluang Bisnis Saat Corona

Peluang Bisnis Saat Corona

Peluang bisnis di tengah pandemi corona, serbabisnis.com. Semakin meluasnya wabah coronavirus COVID-19 telah menyebabkan ekonomi global melemah. Termasuk di Indonesia, corona memberikan imbas penurunan bisnis secara menyeluruh.

Tak sedikit pelaku bisnis besar maupun kecil yang tumbang akibat pandemi covid 19. Banyak karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan karena perusahaan tak mampu lagi membayar gaji mereka. Berdasar data Kemenaker, hingga saat ini sudah lebih dari 2 juta pekerja/ buruh yang diPHK.

Bisnis Yang Terdampak Pandemi Covid 19

Ada 6 sektor bisnis yang terdampak besar dari pandemi coronavirus covid 19 ini. Berikut ini adalah sektor bisnis yang terdampak menurut analisa Bank Indonesia, OJK, dan LPS.

  1. Pariwisata
  2. Otomotif
  3. Konstruksi
  4. Transportasi
  5. Pertambangan
  6. Keuangan (Finance, Simpan Pinjam)

Namun demikian, tidak sedikit juga sektor bisnis yang bertahan bahkan melejit saat corona. Jika pandai mengamati kondisi dan menganalisa peluang, justru muncul peluang peluang bisnis di tengah pandemi corona yang menguntungkan.

Bisnis Yang Justru Meroket Saat Corona

Berikut ini 3 bisnis dari banyak bisnis lainnya yang bertahan dan justru mengalami peningkatan saat corona.

Konveksi APD dan Masker

Meningkatnya kebutuhan APD, masker menjadikan pelaku usaha bidang konveksi kewalahan dengan permintaan pembuatan APD. Tak hanya APD permintaan pembuatan masker kain yang bisa dicuci ulang untuk digunakan lagi juga menjadi kebutuhan pasar yang tinggi.

Dengan gaya hidup sehat, jaga jarak fisik dan menggunakan masker, penyebaran virus covid 19 diharapkan bisa ditekan. Oleh sebab itu, selama pandemi ini masih terus berlangsung maka kebutuhan APD dan masker akan terus ada.

Perusahaan Jasa Pengiriman Barang Dan Ojol

Dengan adanya kebijakan PSBB dan setiap orang dihimbau untuk WFH dan #diRumahAja selama masa pandemi. Banyak terjadi peningkatan di sektor belanja online.

Kebutuhan untuk mengirimkan barang penting seperti makanan dan obat obatan semakin meningkat. Perusahaan jasa pengiriman barang / cargo hingga ojek online menjadi solusi akan kebutuhan tersebut.

UMKM Jamu Rempah-Rempah

Virus COVID-19 ini menyerang saat sistem kekebalan tubuh pada manusia menurun. Jika kekebalan tubuh melemah dan tertular virus ini maka kondisinya tentu akan semakin parah. Banyak kemudian yang mengkonsumsi minuman ataupun makanan olahan rempah rempah sebagai jamu agar kondisi daya tahan tubuh tetap stabil.

Sementara itu, di Indonesia memang banyak sekali tumbuhan rempah rempah yang bisa dijadikan obat herbal.

Peluang Bisnis Saat Corona

Selain beberapa sektor bisnis yang terdampak dan bisnis yang melejit tersebut di atas. Muncul juga bisnis yang berpotensi dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan.

Baca sampai akhir untuk mengetahui beberapa peluang usaha dan ide bisnis.

Peluang Bisnis Frozen Food

Ayam Frozen Sambel Layah
Ayam Frozen Sambel Layah, image:site\sambellayah.co.id

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup. Industri makanan dan minuman tentu saja akan bertahan dalam masa apapun.

Namun demikian, dimasa pandemi ini ada kebiasaan yang berubah. Dalam kondisi #diRumahAja banyak orang yang tidak memungkinkan untuk keluar rumah.

Pelaku bisnis makanan yang dimakan di tempat seperti restoran tentu yang juga terdampak besar. Oleh karena itu, pebisnis harus berpikir lebih kreatif lagi untuk bisa mencukupi permintaan online. Sedangkan makanan belum tentu awet untuk bisa dikirim jarak jauh dengan waktu yang cukup lama.

Frozen Food menjadi salah satu solusi peluang usaha makanan untuk melayani permintaan online yang bisa dikirim jarak jauh dengan waktu yang cukup lama.

Berjualan Online

Berjualan Online dengan Toko Online
Berjualan Online dengan Toko Online marketplace, image;site\pixabay.com

Jika kamu pelaku bisnis yang masih saja menggunakan cara tradisional, momen pandemi ini mungkin akan mengubah pola pikir kamu untuk segera berjualan online. Mobilitas orang untuk keluar rumah semakin sedikit, karena serba dilakukan online. Belanja online, sudah sangat menjamur.

Nah, segera lakukan perubahan di bisnis yang sedang kamu jalankan. Pasarkan produk kamu melalui online, setidaknya pasarkan melalui Whatsap ataupun jejaring sosial.

Kamu juga bisa memulai membuat akun toko online di marketplace seperti Shopee, tokopedia, Blibli, lazada, bukalapak dan masih banyak lagi lainnya.

Jasa Titip (Jastip)

Bisnis Usaha jasa titip, Jastip
Bisnis Usaha jasa titip (JasTip), image:site\pixabay.com

Ojol ataupun perusahaan jasa kirim barang memang menjadi salah satu yang memberikan solusi untuk jasa kirim barang yang kamu beli. Namun demikian, bagaimana dengan wilayah yang sulit terjangkau area mereka.

Ojol tidak menjangkau sampai ke pelosok desa. Jasa kirim barang memang sudah hampir bisa menjangkau ke seluruh pelosok desa, namun waktu pengiriman juga menjadi pertimbangan.

Wong (bhs jawa) cuma mau beli sayur di pasar masa harus pake JNE/ JNT/ Tiki/ Pos Indonesia. Kan lucu, sampai rumah bisa jadi sayurnya sudah layu atau busuk. Lagian juga, perusahaan tersebut tidak membuka jasa untuk membelikan barang, alias hanya kirim barang.

Ini sebuah peluang, jika kamu termasuk yang tetap harus berangkat bekerja karena kerjaan yang tidak memungkinkan untuk WFH. Kamu bisa woro woro dulu via status Whatsapp atau jejaring sosial kamu, jika ada teman atau kerabat yang mau menggunakan Jasa Titip untuk membelikan sesuatu di rute jalan yang kamu lewati atau mendekati.

Kamu juga bisa kumpulkan orang orang yang bisa dan mau untuk berbisnis jastip ini, bikin grup WA khusus jastip. Bisa jadi dengan ini malah dapat mengakomodir pelanggan dari banyak wilayah.

Bisnis Alat Kesehatan

Alat kesehatan, thermometer
Thermometer Alat kesehatan pengukur suhu tubuh, image:site\pixabay.com

Produk-produk dan alat kesehatan sangat dibutuhkan di masa wabah Corona. Seperti alat pengukur suhu tubuh, ventilator, hand sanitizer, hingga obat obatan.

Bisnis alat alat kesehatan ini akan terus mengalami peningkatan permintaan yang cukup tinggi selama masa pandemi. Tak hanya di masa pandemi, bisnis di bidang kesehatan tentu bisa saja bertahan dalam kondisi apapun karena menjadi kebutuhan untuk mengakomodir kesehatan seseorang.

Berjualan Benih dan Bibit Tanaman

jual benih dan bibit tanaman
Peluang bisnis menjual benih dan bibit tanaman, image:\Doc pribadi

Dengan adanya WFH, banyak orang yang kemudian juga mengisi aktifitasnya di rumah dengan berkebun. Menanam benih sayuran di polibek hingga mencoba bertanam dengan sistem hidroponik.

Saya sendiri sudah mulai bertanam sayur di samping rumah meskipun lokasinya sempit. Menggunakan polibek, beberapa sayur kangkung yang ditaman sudah mulai tumbuh semakin besar dan menunggu untuk siap panen.

Jualan Rempah Rempah, Madu

Rempah rempah Indonesia
Gambar jualan Rempah rempah Indonesia ,image:site\piqsels.com

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa UMKM yang memperoduksi jamu herbal olahan rempah rempah justru meningkat tajam permintaan pembeli. Madu pun begitu.

Jahe, temulawak, kunyit, daun sereh, dan madu menjadi obat alami untuk meningkatkan imunitas tubuh yang bisa mencegah dan melawan virus corona.

Banyak minuman siap seduh yang diolah untuk membuat jamu seperti wedang secang, wedang uwuh. Jika kamu bisa membuat racikan jamu sendiri, jangan sia siakan untuk menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di masa pandemi.


Penutup

Di masa masa sulit karena imbas wabah covid 19 ini, banyak yang terguncang perekonomian hidupnya. Meskipun harus jaga jarak fisik, kita harus bisa saling gotong royong membantu.

Jika kamu harus membeli sesuatu sedangkan tetangga di sekitarmu ada yang berjualan, utamakan untuk membeli darinya. Bantu perekonomian di sekitar kita tetap berjalan.

Beli dan larisi jualan teman kamu! karena mungkin sedang sepi pembeli dan omset penjualannya sedang menurun.

Semoga wabah ini segera berakhir dan kehidupan ini kembali menjadi normal lagi.

Terima kasih telah membaca,
dan Share artikel ini.

Share
  • 28
    Shares
  • 28
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *